Sudah Terbukti di Beberapa Negara! Pandemi Covid-19 Segera Berakhir Jika Cakupan Vaksinasi Sudah 50 Persen

- 6 Juni 2021, 20:41 WIB
Ilustrasi Vaksinasi
Ilustrasi Vaksinasi /Kemendikbud/

JURNAL SOREANG - Pengaruh vaksinasi terhadap penurunan jumlah kasus Covid-19 di sejumlah negara sudah menunjukkan bukti yang signifikan.

“Di Inggris yang cakupan vaksinasinya di atas 50% dan Amerika di atas 40%, kasus Covid-19 sudah turun dengan angka yang luar biasa. Awal Januari 2021, kasus di Inggris hingga 70.000,sekarang hanya 2000-3000 kasus per hari,” kata Ahli Virologi, Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika.

Berkaca pada vaksinasi bagi tenaga kesehatan di Indonesia yang cakupannya sudah mendekati 100 persen untuk dosis kedua, Mahardika melansir bahwa kasus Covid-19 di kalangan tersebut juga telah jauh menurun dibandingkan dengan sebelum vaksinasi.

Baca Juga: Akhir Pandemi? Cara Ini Cegah 1,8 Juta Infeksi dan 8000 Kematian Akibat Covid-19 pada Populasi 10,6 Juta Orang

"Jadi pandemi akan segera kita bisa akhiri dengan vaksinasi tentunya dengan cakupan di atas 50 persen dari penduduk apalagi kalau mencapai lebih dari 70 persen,” tutur Mahardika.

Mahardika juga menyampaikan bahwa nantinya saat cakupan vaksinasi di Indonesia melebihi 50 persen, protokol 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan tetap tidak boleh dilonggarkan.

“Karena memakai masker, misalnya, akan mencegah kita terhadap penyakit menular, tidak hanya Covid-19 tapi juga influenza dan penyakit-penyakit lainnya,” ujarnya.

Baca Juga: STOP Hoaks! Jangan Perlambat Cakupan Vaksinasi Covid-19 dan Kekebalan Kelompok Demi Indonesia Bebas Pandemi

Hingga Rabu 2 Juni 2021, vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah mencakup total 27,6 juta dosis.

“Kita baru mencapai 6 persen. Meskipun masih 6 persen, barangkali kita bisa kumpulkan data guru-guru dan petugas publik yang sudah divaksinasi, apakah data kesakitan atau kematian mengalami penurunan. Kalau itu terjadi, maka begitu angka 50 persen tercapai, atau idealnya 70 persen, tercapai maka kita sudah bisa mengatakan pandemi sudah terkendali,” ujar Mahardika.

Mahardika juga mencontohkan bagaimana herd immunity terbentuk pada pandemi sebelumnya.

Baca Juga: Orang Tua Harus Waspada, Meski Tak Bergejala, 40 Persen Anak Terpapar Covid-19 Beresiko Fatalitas Tinggi

“Ada pandemi yang disebut Spanish Flu. Indonesia juga terdampak, tetapi pada waktu itu tidak ada vaksin. Yang terjadi adalah pandemi berlangsung tiga tahun dan berakhir dengan herd immunity. Jadi imunitas yang disebabkan oleh penularan virus itu sendiri,” ujarnya.

Pandemi besar lainnya yang menurut Mahardika, juga berakhir dengan terciptanya herd immunity yaitu Flu H1N1 tahun 2009.

“Tapi itu pandemi yang ringan (mild). Memang cepat sekali menular ke seluruh dunia, tetapi tidak menimbulkan gejala klinis yang berat dan kemudian juga selesai karena herd immunity alamiah,” ujarnya.

Baca Juga: Tempat Perawatan Pasien Covid di Al Ihsan Hampir Penuh, tapi Puluhan Ambulans Bukan Hanya Bawa Pasien Covid

Herd immunity baik yang alami maupun yang buatan akan membuat pandemi COVID-19 ini lebih cepat terkendali.

“Asumsinya tanpa vaksin itu 3 tahun, maka dengan vaksin dalam 1,5 tahun sudah berakhir. Sekali lagi saya berharap sekali vaksin itu akan menyebabkan kita keluar dari cekaman pandemi ini,” kata Mahardika.***

Editor: Handri


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x