Kasus Positif Tembus 817 orang, Opsi Mini Lockdown Dipertimbangkan Kabupaten Bandung

6 Oktober 2020, 20:29 WIB
Penjabat Sekda Kabupaten Bandung Tisna Umaran /Humas Kabupaten Bandung

JURNAL SOREANG - Opsi 'mini lockdown' seperti di Kota Bandung bukan tidak mungkin akan diterapkan juga di Kabupaten Bandung. Namun sejauh ini, Pemerintah Kabupaten Bandung masih akan melihat perkembangan kasus positif Covid-19 dalam wilayah tertentu.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung H. A. Tisna Umaran mengatakan, opsi ‘mini lockdown’ bergantung pada perkembangan kasus positif dalam suatu wilayah tertentu. “Pilihan untuk ‘mini lockdown’ di Kabupaten Bandung selalu ada," ujarnya, Selasa 6 Oktober 2020.

Menurut Tisna, opsi tersebut akan diterapkan jika terjadi peningkatan kasus positif yang signifikan. Namun jika perkembangannya terkendali atau landai, opsi tersebut dirasakan tidak perlu.

Baca Juga: Universitas Ini Berikan Beasiswa Kuliah kepada Para PemudaBaca Juga: Universitas Ini Berikan Beasiswa Kuliah kepada Para Pemuda

Selain itu, kata Tisna, harus ada sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat dan aparatur setempat saat opsi tersebut akan diberlakukan. “Mini lockdown itu kan harus disosialisasikan kepada masyarakat setempat, jadi apa maksud pemberlakuannya, bagaimana batasannya, terus bagaimana peran serta masyarakat dan pemerintah daerah setempat,” tutur Tisna.

Hingga saat ini, pihaknya melalui Tim Patroli Penegakan Kedisiplinan (Gakplin) Pencegahan Covid-19 terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat, dalam rangka menekan pertumbuhan kasus pandemi tersebut. Tidak terkecuali penegakan disiplin dalam penggunaan masker.

“Penegakannya itu sampai sekarang masih tahap ringan sampai sedang. Tapi kalau memang sudah tidak bisa dengan cara humanis, dalam arti tidak ada perubahan, kami tidak menutup kemungkinan menerapkan sanksi berat. Kepada tim di lapangan, kalau kesadaran masyarakat masih rendah, silakan ditingkatkan dengan sanksi yang lebih berat berupa denda,” kata Tisna.

Baca Juga: 2 Orang Positif, Keluarga Penjeput Paksa Pasien RSUD Ebah Majalaya Buktikan Tanggung Jawab

Terkait gelaran pilkada yang dikhawatirkan oleh sebagian pihak akan menjadi klaster baru covid-19, ia menegaskan jika tahapannya harus tetap dilaksanakan. Jika tidak, justru akan lebih melelahkan semua pihak, karena penundaan sebelumnya juga sudah pernah menyita perhatian dan energi.

"Yang penting bagaimana supaya penyelenggaraannya bisa paralel dengan penanganan covid-19 ini. Jadi pilkada bisa berjalan dengan sukses tanpa ekses, dan di sisi lain penanggulangan pandemi juga bisa sesuai dengan harapan” kata Tisna.

Sementara itu berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung, total kasus positif saat ini sudah melewati 800 orang dalam dua hari terakhir. Setelah sehari sebelumnya bertambah 14 orang, tambahan 14 kasus baru pada Selasa 6 Oktober menjadikan total kasus positif Covid-19 Kabupaten Bandung menjadi 817 orang.

Baca Juga: Masih Ada Warga Percaya Covid Itu Tidak Ada dan Konspirasi. DPR: Covid Nyata dan Bukan Konspirasi

Selain penambahan kasus positif baru, pasien meninggal dunia pada Selasa juga bertambah satu orang sehingga kini totalnya menjadi 27 orang. Namun tambahan 21 orang, membuat pasien yang sembuh pun melonjak sampai 622 orang.

Dengan demikian, tingkat kesembuhan Covid-19 Kabupaten Bandung saat ini tercatat 76,13 persen, sedangkan angka kematian 3,30 persen. Saat ini, pasien yang masih dirawat pun masih mencapai 168 orang dan masih ada 20 orang suspek yang masih dalam proses pengawasan.***

Editor: Handri

Tags

Terkini

Terpopuler