64 Kendaraan Diputar dalam Aturan Ganjil-Genap di Exit Tol Soroja Soreang Bandung, Kasatlantas: Masih Landai

3 September 2021, 17:53 WIB
Penerapan aturan ganjil-genap di exit tol Soroja, Soreang Kab Bandung, Jumat 3 September 2021 /

JURNAL SOREANG - Meskipun masih relatif sepi, sedikitnya 64 kendaraan diputarbalikan oleh jajaran Polresta Bandung pada hari pertama penerapan aturan ganjil/genap di exit Tol Soroja, Soreang dan sekitarnya, Jumat 3 September 2021.

Kasatlantas Polresta Bandung Komisaris Rislam Harfian mengatakan, dari jumlah tersebut, 25 unit merupakan sepeda motor dan sisanya 39 unit mobil pribadi.

"Yang diberhentikan seluruhnya ada 68 unit, terdiri dari 28 sepeda motor dan 40 mobil pribadi. Namun yang diputarbalikkan ada 64 unit," tutur Rislam saat dihubungi lewat pesan singkat.

Baca Juga: Di Ruas Tol Kota Bandung Ini Ganjil Genap Diterapkan, Kasatlantas: Pukul 06.00 WIB hingga Pukul 21.00 WIB

Berdasarkan pengamatan JURNAL SOREANG, kondisi arus lalu lintas di exit tol Soroja, Soreang, memang terbilang sepi, setidaknya dari pagi hingga siang.

Rislam pun mengakui hal itu dan menegaskan bahwa masih ditutupnya objek wisata di kawasan Bandung Selatan sebagai salah satu faktor penyebab.

"Masih landai, karena memang wisata kan masih tutup dan tidak ada pusat perbelanjaan di Soreang," ujarnya.

Baca Juga: Sikap Tokoh Masyarakat Atas Aturan Ganjil Genap di Kabupaten Bandung, Lihat Positif dan Negatifnya

Rislam menambahkan, aturan ganjil/genap di Kabupaten Bandung diterapkan mulai 3 September 2021, seiring penerapan PPKM level 3 di wilayah tersebut.

Di exit tol Soroja, aturan tersebut diterapkan pada Senin hingga Jumat.

Sedangkan untuk Sabtu dan Minggu, hal serupa diterapkan di kawasan Pasar Sehat Cileunyi.

"Khusus untuk antisipasi jalur weekend, kepadatan yang mengarah Bandung kita tambah ruas jalur (ganjil genap) di sepanjang ruas jalan Pasar Sehat Cileunyi," kata Rislam

Baca Juga: Hari Ketiga Pemberlakuan Sistem Ganjil Genap di Kabupaten Bandung, 72 Kendaraan Diputar Balik

Sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa destinasi wisata di wilayahnya masih belum akan dibuka meskipun status PPKM sudah turun ke level 3 dan bahkan cenderung level 2.

"Sesuai instruksi dari Kemenko Marves, untuk objek wisata masih ditutup," ujar Dadang saat diskusi daring bersama Pikiran Rakyat via zoom, Kamis 2 September 2020.

Meskipun demikian, Dadang menegaskan bahwa beberapa sektor wisata lain seperti restoran dan perhotelan, bisa kembali beroperasi seperti biasa dengan pembatasan 50 persen.***

Editor: Handri

Tags

Terkini

Terpopuler