Lama Menganggur, 20 Pemuda Ini Dilatih Jadi Juragan Telur

11 Oktober 2020, 15:58 WIB
Pemuda Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung berlatih membuat kandang ayam petelur, Minggu 11 Oktober 2020 /Handri/Jurnal Soreang

JURNAL SOREANG - Sebanyak 20 pemuda di Kampung Cilintung RT 01/RW 14, Kelurahan Jelekong, Kabupaten Bandung mengikuti Pelatihan Keterampilan Wirausaha (PKW) dari Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sejak Minggu 11 Oktober 2020. PKW tersebut difokuskan pada budidaya ayam petelur agar para peserta pelatihan bisa langsung merasakan penghasilan dalam waktu singkat.

Ketua Pelaksana PKW sekaligus Ketua Kelompok Pandu Tani (PaTani) Integrated Farming Education Saeful Bachri mengatakan, pelatihan di Jelekong tersebut merupakan yang pertama kali sejak program PKW dicanangkan di lingkungan Yayasan Citra Lestari Nusantara, Kampung Cimentrik Desa Baros Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung, Kamis 8 Oktober 2020. "Pelatihan budidaya ayam petelur akan dilaksanakan selama tiga bulan kedepan," ujarnya, didampingi Ketua Yayasan Citra Lestari Nusantara Lilis Maryati.

Menurut Saeful, Yayasan Citra Lestari Nusantara sendiri merupakan lembaga penerima bantuan dari Kemendikbud, sehingga mereka lah yang menjadi penyelenggara PKW. Namun untuk pelaksanaan kegiatan, dilaksanakan langsung oleh PaTani Integrated Farming Education.

Baca Juga: Masjid Sekolah Jangan Hanya Bergaya Tapi harus Berdaya. Apa Maksudnya?

"Program PKW adalah layanan pendidikan melalui kursus dan pelatihan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan menumbuhkan sikap mental wirausaha dalam mengelola potensi diri dan lingkungan yang dapat dijadikan bekal untuk berwirausaha," kata Saeful kepada wartawan.

Saeful menjelaskan, kegiatan pelatihan PKW ini berlangsung selama 100 jam dengan materi berupa teori dan praktek. "Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 bulan dengan komposisi 1 bulan pelatihan dan 2 bulan praktek pendampingan usaha," ucapnya.

Menurut Saeful, budidaya ayam petelur dipilih sebagai materi pelatihan karena aktivitas ayam yang bisa bertelur secara rutin dalam kurun waktu 25 jam. Dengan begitu, hanya dalam satu hari, para peserta langsung bisa panen dan mendapatkan uang.

Baca Juga: Liga Inggris 2020-2021 Catat Rekor Penalti Terbanyak, Jamie Vardy Paling Diuntungkan

Setelah pelatihan, kata Saeful, setiap peserta nantinya mendapatkan bantuan modal usaha untuk budidaya ayam petelur. Modal itu harus digunakan untuk pengadaan kandang ayam berikut ayam petelurnya.

"Mereka dilatih untuk menjadi wirausaha muda. Kita berikan ilmu dan materi dasar untuk pelaksanaan budidaya ayam petelur. Kemudian materi dasar tentang kebutuhan pakan ayam petelur. Mereka juga tetap mendapat pendampingan atau pembinaan selama melaksanakan ujicoba budidaya ayam petelur," kata Saeful.

Pendampingan usaha akan terus dilakukan, mengingat para peserta pelatihan sama sekali belum memiliki pengalaman dalam budidaya ayam petelur. Soalnya mereka memang cukup lama menganggur dan tak melanjutkan pendidikan setelah lulus SMP atau SLTA.

Baca Juga: Disebut Mirip Catriona Gray, Amanda Obdam Diprediksi Jadi Calon Kuat Miss Universe 2020

Setelah dinilai cukup bisa dilepas secara mandiri, mereka pun nantinya akan difasilitasi untuk mendapatkan akses bantuan modal usaha yang lebih besar, baik melalui koperasi maupun perbankan.

Hal itu juga diharapkan bisa meringankan beban ekonomi masyarakat yang terus terpuruk akibat pandemi Covid-19. Seperti diketahui, dampak pandemi saat ini memang dirasakan semakin berat, terutama bagi masyarakat kecil.

"Ini dalam upaya menciptakan wirausaha muda di tengah pandemi Covid-19. Di tengah kondisi pandemi ini, usaha sembako yang mampu bertahan. Telur ini salah satu sembako yang dibutuhkan masyarakat," tuturnya. ***

Editor: Handri

Tags

Terkini

Terpopuler