Terjadi Juga Tahun lalu, Gempa Banjaran-Pangalengan Kabupaten Bandung Dipicu Aktivitas Sesar Garsela

- 1 November 2020, 23:53 WIB
Gempa Banjaran Pangalengan Kabupaten Bandung
Gempa Banjaran Pangalengan Kabupaten Bandung /

JURNAL SOREANG - Gempa bumi di Banjaran-Pangalengan, Kabupaten Bandung, Minggu 1 November 2020 malam dipicu oleh aktivitas sesar Garut Selatan (Garsela).

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Garsela," ujar Kepala BMKG Wilayah II Hendro Nugroho seperti dikutip Serang News.

Menurut Hendro, dampak dari gempa bumi seperti yang digambarkan dalam peta tingkat guncangan dan berdasarkan laporan masyarakat.

Baca Juga: Polresta Bandung Turunkan Tim Khusus Pengurai Kemacetan Di Cileunyi

Ia melansir bahwa di Kecamatan Pangalengan, getaran gempat dirasakan dalam Skala Intensitas III MMI atau getaran yang dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan ada truk yang melintas).

Di Kecamatan Ciparay, Majalaya dan Baleendah getarak berSkala Intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Tak hanya di Kabupaten Bandung, Hendo juga melansir bahwa guncangan dirasakan di Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat dengan Skala Intensitas I MMI (Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang).

Baca Juga: Covid-19 Tak Pengaruhi Ketajaman: Cristiano Ronaldo Cetak Brace, Juventus Menang 4-1 Atas Spezia

Meskipun demikian, Hendro melansir bahwa hingga pukul 22.00 WIB, hasil monitoring BMKB belum menunjukan adanya gempa susulan.

Sementara itu dilansir dari Pikiran Rakyat, sesar Garsela bukan hanya kali ini memicu gempa di wilayah Kabupaten Bandung.

Sebelumnya, gempa serupa dengan kekuatan 4,1 Magnitudo juga sempat terjadi di Tenggara Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung pada 11 Februari 2019 lalu.

Baca Juga: Update Info Gempa Banjaran-Pangalengan, Kabupaten Bandung. Dirasakan Sampai ke Majalaya

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Badan Geologi, Kasbani, pusat gempat ketika itu juga terletak di darat pada koordinat 7.27 LS dan 107.71 BT, atau tak jauh dari pusat gempat kali ini di koordinat 7.2 LS 107.6 BT.

Kasbani saat itu menyatakan bahwa pusat gempat tersebut berada pada kedalaman 10 kilometer dengan jarak 21,4 kilometer di Barat Daya Kota Garut atau 18,4 Kilometer Tenggara Pangalengan.

Menurut Kasbani, gempat tersebut juga disebabkan oleh aktivitas sesa Garsela yang tersusun dari batuan kuarter yang bersifat urai, lepas, lunak, tidak kompak dan memperkuat efek guncangan.***

Editor: Handri

Sumber: Berbagai sumber


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x