Kampus Harus Dorong Talenta Mahasiswa dan Ubah Pola Lama dalam Mengajar

18 September 2021, 12:40 WIB
Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) yang dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Kota Surakarta . /Kemendikbud/

JURNAL SOREANG- Pendidikan tinggi harus memfasilitasi mahasiswanya untuk mengembangkan talentanya dan mengubah pola-pola lama agar dapat mengatasi perubahan dunia yang terjadi.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Pertemuan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) yang dilaksanakan di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Kota Surakarta pada Senin, baru-baru ini.

Presiden mengingatkan saat ini kita berada pada transisi perubahan besar dunia yang harus diantisipasi. Karenanya, Presiden RI berpesan agar para rektor PTNNT memberikan mahasiswa kemerdekaan untuk belajar.

Baca Juga: Wujudkan Kampus Merdeka, UGM Jalin Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi di Jerman

“Belajar kepada siapa saja, belajar kepada praktisi, belajar kepada industri karena sebagian besar nanti akan menjadi praktisi. Itulah esensi Merdeka Belajar, dimana mahasiswa merdeka untuk belajar. Dan kampus juga memperoleh kemerdekaan untuk berinovasi,” ujar Presiden.

Sedangkan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim yang turut menjadi pembicara dalam pertemuan ini mengatakan  sesuai arahan Presiden, para rektor harus terus memberikan dukungan untuk bersama-sama mendorong transformasi pendidikan perguruan tinggi.

“Merdeka Belajar Kampus Merdeka bukan perubahan yang kecil, ini perubahan yang besar. Dengan harapan bisa mengejar ketertinggalan dan bahkan lompat melampaui negara-negara maju,” ujarnya.

Baca Juga: Hadiri Pelantikan PC IPNU Kabupaten Bandung, Kang DS: Pelajar Pahami, Bangsa Ini Merdeka Berkat Santri

Menteri Nadiem menjelaskan mengenai program MBKM yang arahnya dapat diketahui dengan melihat delapan Indikator Kinerja Utama (IKU), yaitu  Lulusan mendapat pekerjaan yang layak,  Mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, dan Dosen berkegiatan di luar kampus.

"Ukuran lainnya Praktisi mengajar di dalam kampus, hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat,  Program studi bekerja sama dengan mitra kelas dunia, Kelas yang kolaboratif dan partisipatif, dan  Program studi berstandar internasional," katanya.

Dalam program Kampus Merdeka terdapat berbagai bantuan bagi perguruan tinggi untuk mencapai delapan IKU perguruan tinggi.

Baca Juga: Ikatan Alumni ITB Luncurkan Program Gemilang Mendukung Merdeka Belajar

"Diketahui bahwa biaya dan sistem regulasi menjadi faktor penghambat jalannya Kampus Merdeka. Oleh karena itu Kemendikbudristek secara proaktif memberikan solusi," ujar Mendikbudristek.***

Editor: Sarnapi

Sumber: Kemendikbudristek

Tags

Terkini

Terpopuler