Siapkan SDM Unggul, Presiden Dukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka

14 Maret 2022, 12:38 WIB
Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo menyatakan dukungan terhadap kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hal ini disampaikan pada acara Dies Natalies ke-46 Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta, Jumat lalu 11 Maret 2022. /Kemendikbud ristek /

JURNAL SOREANG- Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo menyatakan dukungan terhadap kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hal ini disampaikan pada acara Dies Natalies ke-46 Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta, Jumat lalu 11 Maret 2022.

“Saya sangat setuju dengan yang sering disampaikan Mendikbudristek yaitu Kampus Merdeka, karena mahasiswa bisa belajar dari mana saja dan kapan saja, dan kampus tetap mengarahkan,” ujarnya.

Presiden menegaskan, perubahan zaman yang semakin cepat harus diimbangi dengan program pendidikan yang cepat berubah dan riset yang sesuai tantangan zaman.

Baca Juga: Kemendikbudristek Ciptakan Platform Merdeka Mengajar Untuk Mengajar, Belajar, dan Berkarya

Dalam mengantisipasi perubahan dunia yang tidak dapat diprediksi, SDM Indonesia harus cepat beradaptasi dan menangkap peluang.

“Program Kampus Merdeka dengan dana padanan (matching fund) akan mendukung perubahan cepat dalam dunia pendidikan. Saya senang sekarang mahasiswa bisa belajar di industri selama satu semester, artinya industri telah menjadi bagian dari universitas,” ucap Presiden Jokowi.

Dana padanan atau matching fund adalah dukungan dari Kemendikbudristek dalam upaya penciptaan kolaborasi dan sinergi strategis antara lembaga perguruan tinggi dengan industri. Dana padanan ini menjadi salah satu nilai tambah terbentuknya kolaborasi antara kedua belah pihak melalui platform Kedaireka.

Baca Juga: 3 Cara menggunakan aplikasi MERDEKA MENGAJAR, guru wajib tahu!

Dukungan matching fund diprioritaskan bagi kolaborasi yang berkontribusi terhadap pencapaian delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi yang telah ditetapkan oleh Kemendikbudristek yaitu

1) lulusan pendidikan tinggi mendapat pekerjaan yang layak,

2) mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus,

3) dosen berkegiatan di luar kampus,

4) Praktisi mengajar di dalam kampus,

5) hasil kerja dosen berguna bagi masyarakat dan diakui internasional,

Baca Juga: Kurikulum Merdeka Diklaim Punya Kelebihan Membangun Potensi Siswa Sesuai dengan Fitrahnya

6) program studi kampus bekerja sama dengan mitra kelas dunia,

7) kelas bersifat kolaboratif dan partisipatif, serta

 8) program studi berstandar internasional.

Untuk meraih kesempatan mendapatkan matching fund, perguruan tinggi dapat mengajukan proposal tambahan setelah kolaborasi dengan industri terlaksana. Informasi selengkapnya, masyarakat dapat mengakses https://kedaireka.id/.

Menyambut dukungan Presiden, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menyambut baik dukungan Presiden. “Kita ingin memastikan bahwa Indonesia itu tidak hanya mengejar ketertinggalan, tapi harapan kami, paling tidak pendidikan tinggi di Indonesia menjadi contoh bagi pendidikan di dunia yang akan dibahas pada 10 tahun yang akan datang,” ucapnya pada kesempatan terpisah.***

Editor: Sarnapi

Sumber: Kemendikbud Ristek

Tags

Terkini

Terpopuler