Status Merah, 4 Kabupaten di Jabar Miliki Angka Kekerdilan di atas 30 Persen, Salah Satunya Kabupaten Bandung

- 12 Maret 2022, 15:16 WIB
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo saat memberikan keterangan pers
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo saat memberikan keterangan pers /ANTARA

JURNAL SOREANG - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan terdapat lima kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat (Jabar) memiliki angka prevalensi kekerdilan (stunting) di atas 30 persen atau masuk dalam status merah.

“Tidak ada satu pun kabupaten atau kota di Jawa Barat yang berstatus biru, yakni dengan prevalensi di bawah 10 persen. Hanya Kota Depok yang memiliki angka prevalensi terendah dengan 12,3 persen,” ungkap Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangannya, dikutip dari Antara, Sabtu 12 Maret 2022.

Dijelaskan Hasto, berdasar data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021, empat kabupaten/kota dengan angka prevalensi di atas 30 persen itu adalah Kota Cirebon, Kabupaten Garut, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Aksi Keanu Reeves dalam Dunia Matrix, Berikut Sinopsis Film The Matrix Yang Akan Tayang di Bioskop Trans TV

Kemudian, tambahnya, sebanyak 14 kabupaten/kota berstatus kuning atau angka prevalensi berkisar 20 hingga 30 persen seperti Bandung Barat, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, Kota Bandung.

Selanjutnya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, Kota Banjar, Majalengka, Pangandaran, Sumedang, Kabupaten Bekasi, Purwakarta serta Karawang.

Sementara sembilan kabupaten/kota memiliki status hijau atau angka prevalensinya mencapai 10 hingga 20 persen, sambungnya, yakni Kota Cimahi, Kota Sukabumi, Kuningan, Subang, Kota Bogor, Ciamis, Indramayu, Kota Bekasi serta Kota Depok.

Baca Juga: Sinopsis Film The Legend of Tarzan Yang Dibintangi Alexander Skarsgard Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini

Hasto menyebut, guna menurunkan angka prevalensi anak yang lahir dalam keadaan kerdil di Provinsi Jawa Barat itu, BKKBN telah menurunkan sebanyak 37.184 tim pendamping keluarga (TPK).

Menurutnya, dengan diturunkannya tim pendamping keluarga dalam jumlah banyak yang terdiri atas bidan, PKK dan kader KB itu, dirasa dapat menjalankan tugas strategis.

"Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan akses informasi, pelayanan melalui penyuluhan, fasilitas pelayanan rujukan dan fasilitas penerimaan program bantuan sosial (bansos)," jelasnya.

Baca Juga: Korban Afiliator Binary Option Doni Salmanan dan Indra Kenz Diminta Buat Grup agar Mudah Kembalikan Kerugian

Hasto menuturkan, tim itu juga bisa mendeteksi dini faktor risiko kekerdilan pada anak baik secara spesifik maupun sensitif. 

Dengan fokus sasaran, ungkapnya, yakni pemberian pendampingan mencakup calon pengantin, ibu hamil, pasca persalinan dan anak-anak usia balita.

Selain menurunkan tim pendamping keluarga, ia juga menekankan bila pola pikir masyarakat yang lebih memilih "pre-wedding" dibanding menggunakan "pre-konsepsi" harus betul-betul diubah.

Baca Juga: Mengisahkan Penculikan Anak Polisi, Berikut Sinopsis Film Sleepless Yang Akan Tayang Malam Ini di Trans TV

“jika dioptimalkan akan menjadi kekuatan besar dalam upaya percepatan penurunan stunting. Jika disetarakan dengan jumlah sumber daya manusia, keberadaan TPK tersebut sama dengan 111.552 orang,” pungkas Hasto Wardoyo.

Terpisah, Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan akan menyelaraskan program-program penurunan angka kekerdilan di daerahnya sesuai arahan dari pihak BKKBN.

Menurutnya, keterlibatan semua pihak menjadi penting untuk bisa membantu pemerintah lebih mencermati masalah kekerdilan di dalam masyarakat.

Baca Juga: Fantastis, Ini Total Aset Tersangka Indra Kenz yang Akan Disita Polisi Hasil dari Binary Option Binomo

“Saya berkomitmen penuh bersama seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Garut untuk melakukan sinergi dan konvergensi bagi penurunan stunting,” paparnya. ***

Editor: Yusup Supriatna

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x