Jadi Pejabat Atau Wakil Rakyat Harus Amanah, Urus Rakyat Takkan Selesai Malah Kurang Waktu

28 Desember 2021, 09:31 WIB
Wakil rakyat asal Sumbar II, Hj. Nevi Zuairina mengakui kesibukannya menjadi luar biasa. /Istimewa/

JURNAL SOREANG- Wakil rakyat asal Sumbar II, Hj. Nevi Zuairina mengakui kesibukannya menjadi luar biasa.

Bahkan jauh melebihi saat menjadi Ketua TP PKK Provinsi Sumbar selama 10 tahun untuk membantu  suaminya, Prof. Irwan Prayitno yang menjabat Gubernur Sumbar.

“Ketika memulai pengabdian sebagai wakil rakyat ternyata waktu ini terasa kurang. Tak cukup rasanya 3×7 jam setiap harinya, ketika harus berurusan dengan masyarakat,” ungkap Nevi dalam refleksi akhir tahun 2021, Senin 27 Desember 2021.

Sepanjang 2021 ini, lanjut Nevi, ada sebanyak 457 kunjungan lapangan yang dilakukan di Daerah Pemilihan Sumbar 2. Mulai dari bibir pantai Pariaman, hingga kawasan pegunungan di Pasaman dan Kabupaten 50 Kota yang berbatasan langsung dengan provinsi Sumut dan Provinsi Riau.

Baca Juga: Top, Wakil Rakyat Ini Jemput Langsung Korban Selamat Insiden Kapal Hentri GT-195

“Bayangkan, entah berapa kali sehari harus berkunjung ke masyarakat. Walau begitu, banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat di wilayah dapil kami,” ujarnya.

Berbagai persoalan masyarakat kita dengar dan kita suarakan, meski kita tidak bisa menjanjikan untuk bisa melaksanakannya.

"Tapi setidaknya kita katakan pada masyarakat akan diusahakan mencarikan jalan keluarnya dan kita secara pribadi harus punya komitmen untuk memperjuangkannya," ujarnya.

Dari aspirasi masyarakat yang diterima dan bertemu langsung dengan berbagai lapisan masyarakat, baik persoalan ekonomi dan infrastruktur, termasuk masalah sosial, kata Nevi, alhamdulillah sebagian besar sudah dapat terealisasi di sepanjang 2021, tentunya akan berlanjut pada 2022.

Baca Juga: Tanggapi Polemik Gaji Wakil Rakyat, Refrizal: DPR Dibully, Krisdayanti Makin Ngetop

“Alhamdulillah, kebetulan kami berada di Badan Anggaran sehingga bisa mengalokasikan dana cukup besar bagi pembangunan infrastruktur di Sumbar,” katanya.

Diakui Nevi yang digelari Bunda UMKM ini, memang dari puluhan miliar dana pusat yang telah dikucurkan lewat dirinya selaku hampir seluruhnya untuk daerah pemilihan Sumbar 2, karena memang wilayah yang diwakilinya, yaitu Kota Pariaman, Padang Pariaman, Agam, Bukittinggi, Payakumbuh, hingga Pasaman dan Kabupaten 50 Kota.

“Saya paling suka karena bisa menyalurkan anggaran pemerintah langsung ke daerah dan masyarakat. Semuanya saya pastikan tepat sasaran, karena pengusulannya berangkat dari aspirasi yang disampaikan langsung saat kunjungan ke daerah,” jelas Nevi.

Baca Juga: Efek Krisdayanti Umbar Pendapatan Anggota DPR, Adhie Massardi Sebut Bikin Wakil Rakyat di Senayan Senewen

Sebagai perempuan yang juga ibu rumah tangga, Nevi mengakui tentu ada hal-hal yang belum terealisasi. Namun perjuangan akan terus dilakukan dan akan selalu diupayakan.

“Khusus untuk program pemberdayaan UMKM, tahun 2022 terus kita lanjutkan. Begitu juga dengan bantuan-bantuan sosial kemasyarakatan dan rumah ibadah akan kita salurkan secara bertahap. Bagaimanapun, UMKM bangkit, perekonomian masyarakat otomatis akan bangkit pula. Karena itu, kita akan selalu menggandeng BUMN-BUMN yang ada khususnya BUMN yang ada khususnya BUMN yang beroperasi di Sumbar,” ujar Nevi.

Khusus soal perpajakan, lanjut Nevi, sedang  memperjuangkan agar penghasilan di bawah Rp8 juta tidak dikenai pajak. Hal ini juga sejalan dengan upaya membangkitkan ekonomi keluarga, agar gajinya bisa digunakan maksimal untuk kebutuhan keluarganya.

Baca Juga: Kurun Waktu 2004 - 2021, Sri Mulyani Sebut 127 Kepala Daerah Jadi Terpidana Kasus Garong Uang Wakil Rakyat

“lTermasuk perjuangan pembatasan impor agar produk dalam negeri lebih laku di pasaran,” tutup Nevi.***

Editor: Sarnapi

Tags

Terkini

Terpopuler