Tragis! Kisah Mengharukan Seorang Penjelajah yang Tewas Dibunuh Suku Sentinel

- 21 Desember 2021, 18:40 WIB
John Allen Chau, seorang penjelajah yang tewas ditangan Suku Sentinel.
John Allen Chau, seorang penjelajah yang tewas ditangan Suku Sentinel. /Wildan apriadi /Instagram @forensics7

JURNAL SOREANG - Semenjak berita keberadaan Suku Sentinel diangkat ke permukaan dunia, banyak yang penasaran akan identitas suku yang sangat primitif tersebut.

Sayangnya, Suku Sentinel yang berada di Kepulauan Andaman wilayah India ini dikenal tak ramah bagi pengunjung, baik itu peneliti, arkeolog, penjelajah, maupun orang yang tersesat sekalipun.

Suku Sentinel sangat tak menginginkan adanya campur tangan dunia luar, seperti saat mereka mengusir helikopter tim evakuasi korban tsunami yang menerjang wilayah mereka pada tahun 2004.

Baca Juga: Benarkah Bendungan Tiga Ngarai di China Bisa Memperlambat Rotasi Bumi?, Simak Penjelasaanya

Bahkan, sekelompok orang yang tak sengaja terdampar di pulau itu pun sempat merasakan keganasan Suku Sentinel ini.

Namun, cerita mengenai kekejaman Suku Sentinel itu tak membuat takut seorang penjelajah alam asal Amerika Serikat bernama John Allen Chau untuk berani mendatangi dan melihat kehidupan di pulau tersebut.

Pada tahun 2018 silam Chau memutuskan untuk melakukan pekerjaan misionaris berupa penyebaran agama Kristen di Pulau Sentinel bagian Utara, tepat di kediaman suku garang tersebut.

Disebabkan karena wilayah itu berbahaya, pemerintah India menerapkan larangan kunjungan ke pulau itu dengan ditempatkannya anggota Angkatan Laut India untuk berpatroli di sekitar sana.

Baca Juga: Dari Seorang Budak Hingga Menjadi Permasuri, Inilah Kisah Hurrem Sultan

Bagimana akhirnya Chau sampai ke pulau itu? Ia lolos dari para penjaga setelah membayar 5 nelayan sebesar 325 dolar AS atau sekitar Rp4 juta. 

Berangkat dari Port Blair, pelabuhan utama pulau Andaman, Chau menggunakan perahu untuk berlayar hingga bisa mendarat di tanah para suku Sentinel tersebut.

Para penduduk pulau itu langsung menolak kedatangan Chau di hari pertama dengan melakukan penyerangan panah.

Di hari kedua, Chau bahkan memberanikan diri untuk pergi sendiri tanpa ditemani para nelayan seperti hari pertama.

Baca Juga: Beginilah Awal Mula Suku Sentinel Ditemukan Dunia, Kaum Misterius yang Galak Terhadap Tamu

Hasilnya sama. Meski Chau mencoba menyanyikan himne Kristen untuk suku Sentinel, tindakan tersebut mungkin malah terlihat aneh bagi mereka, hingga seorang dari suku tersebut kembali menembakkan panah ke arah Chau yang membuat misionaris itu mundur lagi.

Nahasnya, pada upaya ke tiga Chau, penduduk pulau membunuhnya. Para nelayan melihat tubuh Chau diseret, dipanah, ditombak lalu dikubur dalam pasir pantai oleh Suku Sentimen.

Sebelumnya, Chau sempat menitipkan jurnal hariannya berupa tulisan tangan yang berisi sekitar 13 halaman kepada para nelayan untuk diberikan kepada teman-temannya. 

Isi dari jurnal itu adalah pengamatan budaya, arah, jarak, dan rincian dari perlakuan dari orang-orang Sentinel selama beberapa hari Chau mencoba singgah di sana.

Baca Juga: Simak! Misteri Suku Sentinel, Suatu Kaum Tersembunyi di Muka Bumi yang Selamat Dari Tsunami

Berita tewasnya Chau dilaporkan para nelayan kepada pihak polisi. Namun, walaupun kepolisian mengatakan akan mengambil jasadnya, helikopter yang diterbangkan nyatanya takut dan tidak menginjakkan kaki di pulau itu. 

Satu potongan terakhir dalam lembaran jurnal Chau bertuliskan : “Tolong jangan marah pada mereka atau pada Tuhan jika saya mati. Saya cinta kalian semua. John Chau," Tulisnya, seperti video yang diunggah oleh outsideonline.com.***

Editor: Rustandi

Sumber: Outsideonline.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah