Organisasi Korea Utara Tuntut Jepang Menebus Kesalahannya Dahulu

- 15 Agustus 2021, 19:55 WIB
Organisasi Korea Utara Tuntut Jepang Menebus Kesalahannya Dahulu
Organisasi Korea Utara Tuntut Jepang Menebus Kesalahannya Dahulu /Ilustrasi Pixabay/

JURNAL SOREANG – Organisasi Korea Utara menuntut Jepang untuk menebus kesalahan dan kekejamannya selama pemeritahan kolonialnya dulu di Korea.

Selain itu, organisasi Korea Utara itu pun menyerukan pada Minggu 15 Agustus 2021, agar Jepang meminta maaf atas kejadian masa lalu itu.

Seruan dari organisasi Korea Utara agar Jepang meminta maaf dan menebus kesalahannya tersebut disampaikan melalui media pemerintah setempat.

Baca Juga: Sudah Tiga Hari, Korea Utara Tidak Menjawab Telepon dari Korea Selatan

Seperti dilansir Jurnal Soreang pada lawan website koreantime.co.kr Minggu 15 Agustus, Jepang pernah menjajah Semenanjung Korea pada tahun 1910 – 1945.

Komite Korea tentang Tindakan Perbudakan Seksual atas Tentara Jepang dan Daftar Korban, membuat permintaan dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh Kantor Berita Pusat Korea di saat kesempatan pembebasan Semenanjung Korea dari kekuasaan Jepang.

“Masih terkubur di mana-mana di Asia, di mana kaki pasukan agresi imperialias Jepang sampai dan bahkan di bawah laut,”

Baca Juga: Hubungan Korea Utara dan Korea Selatan Kembali Memanas, AS Merasa Ini Krisis Keamanan

“Belum lagi di Jepang, adalah sisa-sisa orang Korea yang menemui kematian yang menyedihkan. Dengan apapun keluhan mereka tidak dapat dihilangkan,” ujar Komite tersebut.

Pihak Komite itu pun menambahkan, bahwa Jepang jauh dari permintaan maaf dan pertobatan atas kejahatan kemanusiaan yang sudah dilakukannya.

Jepang telah mengadopsi kebijakan permusuhan terhadap Korea Utara dan telah memperpanjang sanksi terhadapnya dari tahun ke tahun.

Pihak Komite ini telah mencatat perilaku yang seperti dilakukan Jepang telah jelas membuktikan bahwa negara itu tidak memiliki hati nurani.

Baca Juga: Krisis Pangan Korea Utara Memburuk, Harga Sebungkus Teh dan Kopi Rp 1,5 Juta Rupiah

Karena Jepang seolah tidak merasa bersalah atas sejarah agresinnya yang dilakukan di masa lalu.

Jutsru malah sebaliknya, Jepang semakin sembrono dengan seolah ingin berada di posisinya kembali di masa lalu dengan mengaku sebagai “pemimpin Asia”.

“Kami pasti akan menghitung berapa banyak kerusakan manusia, material, dan mental yang telah ditimbulkan Jepang kepada rakyat Korea,”

“Setelah menduduki Korea selama lebih dari 40 tahun pada abad terakhir dan betapa kejamnya itu memusuhi Korea Utara dan menganiaya orang Korea di Jepang karena puluhan tahun setelah kekalahannya dan membuatnya membayar kejahatannya,” ujar Komite itu.***

Editor: Handri

Sumber: Koreantimes


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah