Hati-hati Demam Bersepeda Saat Pandemi, 3 Goweser Reaktif!, ini Tindakan Kasatlantas

8 Februari 2021, 06:38 WIB
Satlantas Polresta Bandung bersama Dishub melaksanakan penyekatan arus kendaraan di Wilayah Perbatasan Kota Bandung, di simpang Dago Bengkok, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Minggu 7 Februari 2021./Yusup/Jurnal Soreang/Humas Polresta Bandung /

JURNAL SOREANG-Pelaksanaan penyekatan arus kendaraan di Simpang Dago Bengkok, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandung dan unsur terkait memasuki hari kedua.

Kegiatan ini dilakukan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tahap II sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bandung.

Kapolresta Bandung Kombes Pol. Hendra Kurniawan melalui Kasatlantas Polresta Bandung Kompol Rd. Erik Bangun Prakasa mengatakan, ada sejumlah kendaraan luar daerah dan pesepeda/goweser yang akan menuju ke kawasan wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Dago.

Baca Juga: Tekan Penyebaran Covid-19, Ini Langkah Jajaran Polresta Bandung

Kemudian, oleh anggota Satlantas bersama personel gabungan Satgas Covid-19 yang sedang melakukan penyekatan, mereka diarahkan untuk menjalani swab antigen di lokasi.

"Saat lakukan penyekatan, dari 58 orang yang dilakukan swab antigen secara acak, didapati tiga orang yang kebetulan sedang olahraga bersepeda reaktif Covid-19," ungkap Erik dalam keterangan tertulisnya, Minggu 7 Februari 2021.

Erik menuturkan, tiga goweser reaktif yang berasal dari Kota Bandung tersebut tidak ditahan,  tetapi diberi imbauan dan petunjuk medis dari petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Tiga Orang Pesepeda asal Kota Bandung Dinyatakan Reaktif usai Tes Cepat Antigen di Simpang Dago Bengkok

Pihaknya menyarankan mereka untuk segera pulang dan langsung menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah serta melakukan swab PCR.

"Yang reaktif berasal dari Kota Bandung, dan langsung kita suruh kembali ke rumah untuk lakukan isolasi mandiri dan swab PCR," tuturnya.

Pada kegiatan penyekatan kali ini, tambah Erik, sebanyak 37 unit kendaraan dari luar daerah juga turut diperiksa dan mereka tidak dapat menunjukkan surat keterangan sehat berupa hasil swab antigen atau PCR.

Baca Juga: Rapid Test Antigen di Terminal Leuwipanjang, Empat Orang Kedapatan Reaktif Covid-19

Hal itu membuat petugas mengambil tindakan tegas dengan memutarbalikkan 37 unit kendaraan luar daerah tersebut dan tidak diperbolehkan memasuki wilayah Kabupaten Bandung.

Menanggapi penemuan di lapangan yakni 3 goweser yang reaktif, Erik menjelaskan, selama PPKM Tahap II ini, pihaknya sama sekali tidak melarang masyarakat untuk berolahraga.

Namun, sambungnya, masyarakat juga harus memastikan mereka benar-benar sehat dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Yakni, melaksanakan 4M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Baca Juga: Elektabilitas Prabowo, Anies dan Sandiaga Anjlok, Sedangkan Ganjar Berkibar, Ini Hasil Survei NEW INDONESIA

"Kami tidak melarang para goweser untuk beraktifitas, tapi mereka harus dalam kondisi sehat dan tetap menerapkan protokol kesehatan," tegas Erik. ***

Editor: Sarnapi

Tags

Terkini

Terpopuler