Ironis, Banyak Jalan di Kabupaten Bandung Belum Miliki Nama

4 Februari 2021, 10:56 WIB
Bupati Bandung, H. Dadang M Naser bersama jajarannya saat meresmikan Jalan Raya Kamojang menjadi Jalan Pagar Betis (Letjen Ibrahim Adjie) Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Selasa 2 Februari 2021./Yusup/Jurnal Soreang /

JURNAL SOREANG- Peresmian Jalan Pager Betis (Letjen Ibrahim Adjie), yang sebelumnya bernama Jalan Raya Kamojang, oleh Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser, pada hari Selasa 2 Februari 2021 lalu, tak luput dari atensi pemerhati politik dan pemerintahan Kabupaten Bandung, Djamu Kertabudi.

Djamu menilai, pemberian nama jalan yang berada di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memerlukan pedoman khusus yang memuat nilai historis.

"Memang penamaan jalan merupakan wewenang Kepala Daerah. Namun perlu ada pedoman berupa pemetaan jalan berdasarkan nilai sejarah," jelas Djamu kepada Jurnal Soreang saat dihubungi, Kamis 4 Februari 2021.

Baca Juga: Wah, Jalan Juga Ibarat Hotel, Ada Bintang dan Sertifikat Jalan

Seharusnya, tambah Djamu, pedoman pemberian nama jalan berdasarkan sejarah, termasuk nama tokoh atau peristiwa dan lainnya, dituangkan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda).

Hal itu dimaksudkan agar pada pelaksanaannya nanti, penamaan jalan di Kabupaten Bandung sesuai dengan aturan dan tidak melenceng dari persyaratan yang terdapat dalam Perda tersebut.

Djamu mencontohkan pemberian nama jalan berdasarkan nama tokoh pahlawan. Pada masa peperangan dahulu, Pemimpin DI/TII, Kartosuwiryo, berhasil ditangkap di Gunung Rakutak yang berada di wilayah Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, oleh Letkol. Suhanda. 

Baca Juga: Jalan Raya Kamojang Jadi Jalan Pager Betis (Letjen Ibrahim Adjie), Ini Sejarahnya

Letkol. Suhanda juga pernah menjabat sebagai Komandan Distrik Militer (Dan Dim) 0609 Bandung dan Ketua DPRD Kabupaten Bandung. 

"Letkol. (Purn.) Suhanda (alm) memiliki jasa luar biasa bagi bangsa Indonesia, khususnya Kabupaten Bandung. Seharusnya, untuk mengenang jasa beliau, di sekitar wilayah Majalaya atau Ciparay ada nama jalan Letkol. Suhanda," harapnya.

Djamu mengungkapkan, di wilayah jantung Kabupaten Bandung sendiri, khususnya di Soreang sebagai ibukota, ternyata ada beberapa jalan yang masih belum memiliki nama.

Baca Juga: Persempit Gerak Covid-19, Jalan Raya Al-Fathu Soreang, Kabupaten Bandung Ditutup Selama PPKM Tahap Dua

Selain untuk jalan umum, papar Djamu,tidak menutup kemungkinan, pemberian nama jalan juga bisa dilakukan di perumahan-perumahan baru.

"Di kabupaten Bandung banyak dibangun perumahan baru, alangkah baiknya jalan di perumahan tersebut diberi nama para tokoh dan pahlawan yang berdomisili di Kabupaten Bandung," ucapnya.

Djamu menuturkan, hal tersebut bertujuan untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang sudah memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia tercinta ini.

Baca Juga: Hanya Bermain 5 Pertandingan, Hazard Cedera Lagi, Terancam Absen 6 Pekan

"Hal ini harus menjadi perhatian penentu kebijakan daerah. Dengan demikian, penamaan jalan tertata dengan baik," tegas Djamu.

Pihaknya berharap, jajaran terkait seperti Pemkab, DPRD, para tokoh masyarakat, Ormas, dan LSM duduk bersama untuk membahas mengenai aturan pemberian nama jalan yang berada di Kabupaten Bandung.

"Seyogyanya, aspirasi masyarakat dapat juga disalurkan melalui Kades dan Camat atau anggota DPRD di daerah pemilihannya," imbuhnya. ***

Editor: Sarnapi

Tags

Terkini

Terpopuler