Siswa Usia 5-24 Tahun yang Akses Internet Meningkat Tajam, Kemendikbudristek dan Twitter Jalin Kerjasama

6 September 2022, 05:52 WIB
Ilustrasi internet. Siswa Usia 5-24 Tahun yang Akses Internet Meningkat Tajam, Kemendikbudristek dan Twitter Jalin Kerjasama /

JURNAL SOREANG- Kemdikbudristek bersama Twitter menandatangani nota kesepahaman program pendidikan literasi media sosial bagi pelajar dan tenaga kependidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk lima tahun ke depan pada 2022 s.d. 2027.

Dikembangkan bersama oleh Twitter dan Kemendikbudristek, program ini akan berfokus pada keterampilan literasi media generasi muda untuk membantu warga sekolah berpikir dan menganalisis secara kritis berbagai konten dan informasi daring yang ditemukan, sesuai dengan pedoman dalam melakukan aktivitas di media sosial.

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2020 dalam empat tahun terakhir, persentase siswa berusia 5–24 tahun di Indonesia yang memiliki akses internet meningkat tajam dari 33,98% menjadi 59,3%.

Baca Juga: Kiamat Internet? WhatsApp, Instagram, Facebook hingga Google Terancam Diblokir Kominfo 20 Juli 2022, Mengapa?

Lebih dari seperempat pengguna internet (25,5%) adalah anak-anak dan remaja. Untuk mewujudkan penggunaan media sosial yang bijak, kemitraan dengan pemangku kepentingan diperlukan dalam upaya pendidikan literasi media berskala nasional yang berkelanjutan bagi pengguna pemula media sosial.

“Meskipun literasi digital di Indonesia sudah baik, kami menyadari bahwa ruang daring berkembang sangat cepat dan upaya kami tidak berhenti di situ. Upaya kami untuk membangun lingkungan digital yang aman dan mempertahankan nilai-nilai ‘Profil Pelajar Pancasila’ terus berlanjut,” ungkap Suharti saat penandatangan nota kesepahaman di SDN Muara Kapuk 03, Jakarta baru-baru ini yang disaksikan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.

Suharti mengatakan program ini nantinya akan disertai dengan beragam kampanye dan aktivitas interaktif.

Baca Juga: Hanya Menggunakan HP dan Koneksi Internet , Berikut 8 Rekomendasi Aplikasi Penghasil Uang

“Kami senang dapat berkolaborasi dengan mitra terpercaya seperti Twitter dalam upaya berkelanjutan kami untuk menyusun program literasi digital yang tepat guna bagi pelajar dan tenaga pengajar SMP di Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kebijakan Publik, Pemerintah, dan Filantropi Asia Tenggara, Twitter, Monrawee Ampolpittayanant, menjelaskan sejak 24 Juni 2021, Twitter telah mendukung aktivitas perencanaan dan kreasi konten Kemendikbudristek.

Hal ini terkait pedoman penggunaan media sosial dan manajemen komunikasi publik dalam bidang pendidikan melalui pemanfaatan berbagai fitur terbaru Twitter.

Bersama Kemendikbudristek, lanjutnya, Twitter telah menjalankan berbagai upaya dalam menciptakan sumber daya dan program latihan untuk membantu meningkatkan literasi digital pelajar SMP di Indonesia.

Baca Juga: Penggunaan Internet Kalangan Muda Kita Capai 8 Jam Lebih Per Hari, Ini Dimanfaatkan untuk Kampanye Pancasila

Upaya tersebut meliputi pembelajaran tentang cara menggunakan fitur-fitur Twitter yang relevan untuk mengatasi perundungan di ranah digital.

Upaya lainnnya mempromosikan kesadaran terhadap kesehatan mental, kekerasan berbasis gender secara daring, etiket atau tata cara penggunaan media sosial dan cara mengevaluasi informasi daring untuk mendukung literasi pelajar.

Banyak orang Indonesia datang ke Twitter untuk mencari dan berbagi informasi, serta berdiskusi tentang berbagai hal sesuai dengan minat dan ketertarikan mereka.

"Kami berharap kemitraan literasi digital selama lima tahun dengan Kemendikbudristek ini akan membawa dampak nyata bagi pelajar SMP di Indonesia dengan membantu mereka menavigasi ranah media sosial yang semakin kompleks serta terus memperoleh informasi yang cukup agar dapat tetap melakukan aktivitas daring secara aman,” ujar Monrawee Ampolpittayanant.***

Editor: Sarnapi

Sumber: Kemendikbudristek

Tags

Terkini

Terpopuler