Usai Tragedi Kanjuruhan, Kak Seto Sarankan Sediakan Stadion Ramah Anak agar Tak Terjadi Kasus Serupa

- 6 Oktober 2022, 12:11 WIB
Seorang bocah pendukung Arema merayakan ulang tahun di stadion sebelum adanya tragedi Kanjuruhan
Seorang bocah pendukung Arema merayakan ulang tahun di stadion sebelum adanya tragedi Kanjuruhan /Twitter/@PKholqq/

JURNAL SOREANG - Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang yang beberapa diantaranya banyak anak kecil, membuat citra sepak bola Indonesia dinilai tidak aman untuk anak.

Menanggapi hal itu Psikolog sekaligus Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi alias Kak Seto menyarankan Indonesia perlu membuat Stadion ramah anak.

Stadion ramah anak disini adalah area khusus yang
dapat memberi mereka keamanan dari hal yang tidak diinginkan seperti di tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga: Kisah Nyata! Penerbangan Mayat Pesawat Helio 522 Melayang Di Udara Penumpang Tewas Semua

Area khusus dalam stadion ramah anak ini nampaknya penting untuk direalisasikan, agar penonton yang membawa keluarga juga merasa lebih nyaman selama menonton pertandingan.

"Sama seperti area khusus tempat duduk lansia, area anak juga harus ada sebagai wilayah yang steril untuk menunjukkan stadion itu ramah anak," kata Kak Seto dilansir Jurnal Soreang dari ANTARA, Rabu.

Ketika ada hal-hal yang tak diinginkan terjadi, misalnya kericuhan, maka penonton di area khusus anak harus lebih dulu diselamatkan karena termasuk kelompok yang paling rentan.

Baca Juga: Aku Butuh Cintamu: Lagu Enough Jadi OST Drama Korea Little Women, Ini Lirik dan Terjemahannya

Jika pengelola tempat umum belum bisa membangun tempat yang ramah untuk anak, maka orangtua tidak boleh mengajak anak dalam situasi yang berisiko rusuh.

"Jangan mempertaruhkan anak, itu sangat berbahaya," kata Kak Seto.

Lebih lanjut Kak Seto juga mengatakan pihak penyelenggara harus menerapkan aturan yang lebih ketat untuk keselamatan.

Baca Juga: Tega! Polisi Sebut Lesti Kejora Pernah Dilempar Bola Biliar oleh Rizky Billar

Misalnya tidak boleh membawa bahan peledak dan juga senjata tajam.

Dia mengatakan tragedi di Kanjuruhan, Malang, harus menjadi pelajaran berharga untuk meleburkan fanatisme agar tidak ada lagi hak anak yang terenggut.

Menanggapi persoalan apakah diperbolehkan anak menonton sepak bola, Kak Seto mengatakan keramaian belum tentu jadi musuh untuk anak.

Baca Juga: Kondisi Rumah Lesti Kejora Jadi Berantakan Pasca KDRT oleh Rizky Billar? Begini Keterangan Polisi

Banyak manfaat yang bisa didapatkan anak ketika diajak ke keramaian, termasuk pertandingan olahraga seperti sepak bola.

Pengalaman yang didapat dari lingkungan baru dapat mengasah kreativitas dan pengetahuan anak.

Selain itu menonton pertandingan juga bisa menginspirasi anak ketika melihat idolanya beraksi di lapangan.

Baca Juga: Los Angeles Lakers, Dipaksa Tunduk Oleh Sacramento Kings Dengan Skor 105-75 Dilaga Pramusim NBA 2022

Dengan begitu akan memicu minat baru yang dapat berujung menjadi impian yang dibawanya hingga dewasa nanti.***

Editor: Siti Nieke Noviyanti

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah