Satu Desa Satu Hafiz Sudah Mencapai Target? Begini Penegasan Kang Emil

- 29 Agustus 2023, 19:16 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat mewisuda penghafal Alquran tambahan di Jawa Barat yang digelar di Bale Rame, Kabupaten Bandung, Senin 28 Agustus 2023.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat mewisuda penghafal Alquran tambahan di Jawa Barat yang digelar di Bale Rame, Kabupaten Bandung, Senin 28 Agustus 2023. /Pemprov jabar/

JURNAL SOREANG - Mewujudkan juara lahir batin ala Pemerintah Provinsi Jawa Barat salah satunya dengan program Satu Desa Satu Hafidz (Sadesha) yang digagas masa kepemimpinan Ridwan Kamil- Uu Ruzhanul Ulum.

Hingga saat ini, Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Jabar mencatat sebanyak 6.000 penghapal Alquran di Jawa Barat yang telah dicetak selama kurun waktu lima tahun terakhir ini. Artinya satu desa di Jabar bahkan memiliki lebih dari satu hafiz atau hafizah.

“Jumlah desa di Jawa Barat ada 5300-an. Alhamdulillah, sudah 100 persen bahkan target penghafal Alquran naik. Karena setiap penghafal (Alquran) harus melatih anak lain di desanya. Sehingga total ada 6.000 orang. Inilah terjemahan juara lahir batin,” ucap Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat mewisuda penghafal Alquran tambahan di Jawa Barat yang digelar di Bale Rame, Kabupaten Bandung, Senin 28 Agustus 2023.

 

Dikatakan Ridwan Kamil, Sadesha merupakan salah satu program unggulan Pemprov Jabar dalam mewujudkan visi misi Jabar Juara Lahir Batin. Selain melakukan pembangunan fisik di Jawa Barat, kata Ridwan Kamil, pembangunan keumatan pun menjadi prioritas.

“Benteng Jawa Barat supaya generasi mudanya dekat dengan Alquran. Alhamdulillah, di akhir jabatan ini saya merasa lega program ini melebihi target,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Pemprov Jabar Dedi Supandi mengatakan, pihaknya lega penyelenggaraan Sadesha dapat berjalan baik. Sehingga jumlah penghafal Alquran di Jawa Barat bisa mencapai 6.000 orang.

Baca Juga: Pengalaman Mengharukan Pengelola Pesantren Tahfiz Yatim Duafa Al Furqan, Ustaz Deni: Ibarat Tempat Penitipan

Menurut dia, Biro Kesra Pemprov Jabar telah sukses melakukan pembinaan dan bimbingan kepada para penghafal Alquran di Jawa Barat.

"Dengan keberhasilan program Sadesha ini kemungkinan besar program tersebut akan berlanjut. Sehingga, setiap desa di Jawa Barat bisa melahirkan lebih dari satu penghafal Alquran," ucapnya.

Menurut dia, keberlanjutannya dilihat dari beberapa faktor. Salah satunya pengembangan jumlah penghapal Alquran setiap desa dari saat ini.

 

Dengan demikian, lanjut Dedi, para penghapal Alquran di Jawa Barat ini dapat menularkan ilmunya ke anak lainnya yang berada di sekitar lingkungan desanya.

"Jadi bakal ada penambahan penghapal Alquran di setiap desa. Semakin bertambah penghapal Alquran di Jawa Barat, diharapkan pembentukan moral warga Jawa Barat pun akan lebih baik lagi di masa mendatang. Kami akan senantiasa melakukan pembinaan dan pendampingan dalam mencetak para penghapal Alquran di Jawa Barat,” tutur Dedi.

Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat Sekretariat Provinsi Jabar, Barnas Adjidin menambahkan, peserta program Sadesha dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Menurut dia, animo masyarakat terhadap program penghafal Alquran ini cukup baik.

Berdasarkan data perserta di tahun 2022, terdapat 4.700 perserta pemberdayaan dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat. Tak hanya itu jumlah santri binaan mencapai mencapai 92.938 orang.***

Editor: Sarnapi


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah