Antisipasi Lonjakan Pengunjung Menuju Kawasan Puncak, Polisi Gelar Razia

14 Februari 2021, 16:35 WIB
Satlantas Polres Cianjur saat melakukan Razia Rutin Di Jalan Raya Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Minggu 14 Februari 2021./Dok. Humas Polda Jabar/ /

JURNAL SOREANG- Pada libur Tahun Baru Imlek 2021, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cianjur gencar melakukan Operasi Yustisi Protokol Kesehatan (Prokes) guna menekan dan memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19.

Satlantas Polres Cianjur melaksanakan razia rutin di Jalan Raya Cipanas untuk menjaring pengendara yang lalai menjalankan prokes.

Kegiatan tersebut juga dilakukan sebagai antisipasi lonjakan kendaraan menuju kawasan wisata Puncak, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, pada akhir pekan libur Tahun Baru Imlek 2021.

Baca Juga: Adanya Kasus Pemotongan Bantuan dan Berikan Rasa Aman Warga Penerima BPNT, Ini Langkah Tegas Polisi

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Meilawaty mengatakan, dalam kegiatan itu, personel gabungan memberikan edukasi terkait penerapan prokes, terutama penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Sejumlah pengendara asal luar Cianjur yang kedapatan tidak memiliki surat keterangan bebas Covid-19, terpaksa di arahkan untuk kembali ke wilayah asalnya.

"Operasi Yustisi ini untuk menekan angka penyebaran dan penularan Covid-19. Pengendara asal luar Cianjur wajib memiliki surat keterangan bebas Covid-19. Jika tidak, petugas akan mengembalikan ke wilayah asalnya," Jelas Meilawaty dalam keterangannya, Minggu 14 Februari 2021.

Baca Juga: Pengurus Baru Dilantik, Yana Minta Apeksi Terus Suarakan Aspirasi 98 Pemkot

Meilawaty memaparkan, selain menindak masyarakat dan pengendara yang dinilai melanggar prokes, personel gabungan juga memberikan edukasi mengenai penggunaan masker.

"Masih kedapatan masyarakat yang tidak menggunakan masker, baik saat beraktivitas di luar rumah atau pun berkendara. Kami berikan edukasi dengan memberikan masker," ujarnya.

Bagi pengendara yang kedapatan mengabaikan prokes dengan tidak menggunakan masker, pihaknya menjatuhkan sanksi fisik agar mereka jera. "Sanksi fisik diterapkan agar masyarakat jera dan lebih patuh dengan prokes," imbuh Meilawaty. ***

Editor: Sarnapi

Tags

Terkini

Terpopuler