NAIK HAJI 2022: Jemaah Rawan Kelelahan di Mina, Kemenag Sediakan Layanan dan Fasilitas Ini

- 11 Juli 2022, 07:30 WIB
Suasana jemaah haji saat lempar jumroh di Mina rawan kelelahan, ini fasilitas dari Kemeng
Suasana jemaah haji saat lempar jumroh di Mina rawan kelelahan, ini fasilitas dari Kemeng /Tangkapan layar Mecca Live/

JURNAL SOREANG - Operasional haji sudah memasuki fase Mabit atau menginap di Mina termasuk jemaah haji Indonesia.

Jemaah haji akan menjalani fase Mabit di Mina hingga 13 Dzulhijjah 1443 H atau Selasa, 12 Juli 2022.

Baca Juga: Jadwal Acara TV RCTI, Senin, 11 Juli 2022: Aku Jatuh Cinta, Aku Bukan Wanita Pilihan, dan Ikatan Cinta

Selama berada di Mina, menurut Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Hilman Latief menjelaskan jemaah rawan mengalami kelelahan.

Tak jarang pula beberaa jemaah yang membutuhkan bimbingan saat rangkaian proses lontar jumroh.

Baca Juga: Jadwal Layanan Mobil SIM Keliling Kabupaten Bandung, Selasa 12 Juli 2022

Sebab kondisi tersebut, Hilman mengimbau petugas untuk siap siaga memberi layanan kepada jemaah haji selama di Mina.

"Fase ini akan berlangsung hingga 13 Dzulhijjah. Sehingga petugas harus tetap kosentrasi dan siaga membantu jemaah," jelas Hilman sebagaiamana dikutip JurnalSoreang.Pikiran-Rakyat.com dari situs resmi Kemeng pada Senin, 11 Juli 2022.

Baca Juga: Jadwal Layanan Mobil SIM Keliling Kota Bandung, Senin 11 Juli 2022

"Jadi kesiagaan mengawal sakit dan kelelahan di jalan perlu diperkuat, " lanjutnya.

Lebih lanjut ia berpesan kepada petugas haji untuk menyediakan alat bantu berupa kursi roda di beberapa titik yang menurutnya rawan memicu kelelahan jemaah haji.

Baca Juga: Idul Adha 2022: Dapat Daging Kurban Banyak? Begini Tips Sehat Konsumsi Daging

"Kursi roda juga harus disiagakan di pertengaha jalur jalan kaki, jalur ke arah jamarat, khususnya sebelum dan sesudah terowongan," jelasnya.

Hilman juga mengistruksikan petugas haji guna meratakan sebaran posisi pos layanan.

Baca Juga: Hari - Hari yang Menetukan Matthijs De Ligt di Juventus, Bayern Munchen Terdepan, Chelsea Rumor Lagi?

Ia menjelaskan bahwa setiap pos harus ditempatkan pada posisi strategis dan dilakukan secara terpola dengan rasio yang proposional.

Hal tersebut diberlakukan guna memudahkan jangkauan jemaah ketika membutuhkan bantuan, serta memungkinkan petugas untuk memantau perjalanan setiap jemaah haji Indonesia.***

 

 

 

Editor: Nasichatul Ma'Ali

Sumber: kemenag.go.id


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah