Mengenal Lebih Dekat Puppen, Perintis Musik Hardcore di Indonesia Lalu Bubar

- 22 Januari 2021, 14:29 WIB
Grup musik Puppen sebagai pionir musik hardcore di Indonesia yang akhirnya bubar.*
Grup musik Puppen sebagai pionir musik hardcore di Indonesia yang akhirnya bubar.* /

JURNAL SOREANG – Di awal kemunculannya pertengahan tahun 1992, band asal Kota Bandung ini sering membawakan lagu-lagu dari band bergenre hardcore punk seperti; Biohazard, Prong, dan Sacred Rich.

Di tengah ramainya pasar musik yang beraliran dance pop ataupun pop rock saat itu, Puppen tetap pada jalurnya.Band yang digawangi empat orang personel dengan formasi awal Arian (vokal), Robin (gitar), Prima (bass), dan Marcell Siahaan (drum).

Dilansir dari Last.Fm, sebagai pionir musik Hardcore di Indonesia, band cadas ini sempat merilis beberapa lagu seperti; Atur Aku, This Is Not A Puppen, Lelah, Grind Hard dan Memar Terpatri.

Baca Juga: Rizky Febian Selesaikan Konflik dengan Teddy, Ingin Banggain Almarhumah Mamanya

Lagu pertama mereka yang menjadi demo berjudul Freedom To Defecate. Lagu itu diputar di GMR fm radio rock satu-satunya pada zamannya.

Puppen semakin eksis di panggung pentas seni (pensi) SMA di Bandung. Dikarenakan lagu Puppen tidak banyak, akhirnya mereka memutuskan untuk merekam dan menggabungkannya kedalam satu kompilasi Extended Play (EP) yang bertajuk This Is Not A Puppen EP

Keberhasilan Puppen masih berlanjut. Pada tahun 1994 Puppen mentas di Pasar Seni ITB, yang merupakan konser dengan kerumunan yang terbanyak selama beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Waduh, Vokalis band Kapten di Bekuk Polrestabes Bandung Karena Gunakan Narkoba

Prestasi terus mendatangi Pupen, angka penjualan mini album mereka “This Is Not Puppen EP” mencapai angka 10 ribu keeping, yang terjual di Bandung. Pencapaian yang cukup fantatasi untuk ukuran mini album pada saat itu.

Medan menjadi kota pertama di luar Jawa ketika Puppen manggung. PL Fair, merupakan acara tahunan yang diselenggarakan SMA Pangudi Luhur Medan.

Tahun berikutnya, album kedua dalam proses penggarapan. Single Freedom To Defecate yang dirilis dalam bentuk piringan hitam bersama label Tianmen 89 Records.

Baca Juga: Biodata Pemeran Sinetron Cinta Nikita, Pengganti Anak Band, Ada Nikita Willy dan Rizky Billar

Puppen semakin melebarkan sayapnya ke internasional dengan merilis singel yang berjudul sama Freedom To Defecate di Jepang, bersama label All System Fails. Puppen juga terlibat di beberapa kompilasi seperti Injak Balik dan Asian Hardcore Compilation.

Pada tahun 1998 Marcell memutuskan keluar dari Puppen karena ingin fokus kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Katolik Parahyangan (FH Unpar).

Singel Atur Aku rilis di tahun yang sama, sekaligus menjadi lagu yang diaransemen ulang oleh Burgerkill.

Baca Juga: Siswa Jago Matematika Ini Ternyata Tinggal Desa di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung

Hengkangnya Marcell dari Puppen membuat kekosongan di posisi drum. Tak lama berselang digantikan Andry Rudal yang kemudian menjadi personel resmi di tahun berikutnya.

Tahun 1999 menjadi tahun degradasi bagi Puppen, Setelah ditinggal Marcell di posisi drum, Prima memilih keluar juga bersama manajernya. Arian pun mulai disibukan dengak kerjaannya sebagai freelancer.

Masuk tahun 2000, Puppen kembali mengeluarkan album ketiga mereka, bersamaan dengan kontrak endorse dengan Volcom.

Baca Juga: Ikatan Cinta Favorit Netizen, Ini Lirik Lagu Tanpa Batas Waktu Ade Govinda feat Fadly Padi

Sebelum akhirnya bubar pada 2002, kepindahan sang vokalis Arian ke Jakarta memperkuat sinyal mengenai kepastian bubarnya Puppen.***

Editor: Sarnapi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x