Kemendikbudristek Tanggapi Pro Kontra Gelar Profesor Kehormatan bagi Megawati

- 11 Juni 2021, 13:12 WIB
Megawati menerima Gelar Guru Besar Kehormatan dadi Universitas Pertahanan.
Megawati menerima Gelar Guru Besar Kehormatan dadi Universitas Pertahanan. /Mantrasukabumi/Budiman Sudjatmiko

JURNAL SOREANG- Di tengah masih adanya pro dan kontra pemberian guru besar kehormatan, Kemendikbudristek menyampaikan ucapan selamat secara resmi kepada Ibu Megawati Soekarnoputri.

Sebelumnya putri Bung Karno ini  dikukuhkan menjadi Profesor dengan status dosen tidak tetap pada Universitas Pertahanan, dalam Sidang Senat Terbuka Universitas Pertahanan. 

“Setelah mempelajari usulan dari dewan guru besar Universitas Pertahanan dan melihat rekam jejak kepemimpinan dan prestasi Ibu Megawati Soekarnoputri, maka Kemendikbudristek menyampaikan dukungan dan ucapan selamat atas pelantikan Ibu Megawati Soekarnoputri sebagai Profesor dengan status dosen tidak tetap. Kami berharap, bahwa inspirasi dan teladan yang senantiasa ditunjukkan beliau sebagai tokoh pemimpin bangsa bisa menginspirasi generasi muda Indonesia,” kata  Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek, Nizam, Jumat, 11 Juni 2021.

Baca Juga: Megawati Ulang Tahun, Ketua DPR RI LaNyalla Sampaikan Ucapan Selamat dan Doa

Nizam mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta Permendikbud Nomor 40 Tahun 2012 tentang Pengangkatan Profesor/Guru Besar Tidak Tetap pada Perguruan Tinggi

"Seseorang yang memiliki keahlian dengan prestasi luar biasa dapat diangkat sebagai dosen tidak tetap dalam jabatan akademik tertentu pada perguruan tinggi. Ketetapan mengenai pengangkatan tersebut dilakukan oleh pimpinan perguruan tinggi masing-masing setelah disetujui oleh Senat," katanya.

Seseorang dengan prestasi atau pengetahuan istimewa, yang diakui secara internasional, serta dipandang penting bagi suatu perguruan tinggi tersebut dapat diajukan untuk diangkat dalam jabatan fungsional tertentu.

Baca Juga: Ini Kegemaran Bung Karno yang Menurut Megawati Harus Ditiru Kaum Milenial

"Misalnya Guru Besar tidak tetap, pada suatu perguruan tinggi. Sosok tersebut bisa berlatar belakang profesional, birokrat, entrepreneur, ataupun profesi lainnya," katanya.

Halaman:

Editor: Sarnapi

Sumber: Kemendikbudristek


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x