Bermodalkan Keyakinan, 90 Paper Mahasiswa UIN SGD Masuk Konferensi Internasional

- 17 Desember 2020, 15:10 WIB
Rektor UIN Sunan Gunung Djati, Mahmud (tengah). Kampus ini menggerakkannya mahasiswa untuk ikut kegiatan ilmiah baik nasional maupun internasional
Rektor UIN Sunan Gunung Djati, Mahmud (tengah). Kampus ini menggerakkannya mahasiswa untuk ikut kegiatan ilmiah baik nasional maupun internasional /HUMAS UIN SGD/

 

JURNAL SOREANG- Pemerintah sedang terus mendorong publikasi ilmiah para akademisi, baik dosen maupun mahasiswa. Bahkan, kebijakan akreditasi nasional menetapkan poin tinggi bagi publikasi ilmiah kemitraan dosen dan mahasiswa.

Mahasiswa ditetapkan sebagai pusat pembelajaran dalam sistem akreditasi Nasional. Dosen berperan memfasilitasi pengembangan kapasitas mahasiswa dalam skill penulisan akademik.

Baru-baru ini dosen UIN Sunan Gunung Djati (SGD) berhasil membawa 90 paper mahasiswa ke kegiatan konferensi internasional dengan modal keyakinan. “Saya bermodal keyakinan menyiapkan rencana pembelajaran dengan target capaian publikasi ilmiah paper mahasiswa. Semula saya membaca harapan penilaian akreditasi berupa pencapaian mata kuliah,” tutur dosen UIN SGD, Wahyudin Darmalasana.

Baca Juga: Lulus Tanpa Skripsi Bisa di Kampus Ini

Kata dia, mahasiswa mula-mula dilatih penggunaan aplikasi references. Aplikasi ini bisa dikatakan syarat mutlak artikel ilmiah untuk sasaran publikasi di jurnal ilmiah. Saya kaget juga ternyata mahasiswa sangat adaptif dalam belatih penerapan aplikasi references meskipun masih di semester pertama. Praktis, keyakinan saya untuk berhasil makin memuncak.

Lalu, dia kenalkan panduan penulisan artikel, dan lebih tepatnya template. "Ini tujuannya agar mahasiswa mengetahui struktur penulisan artikel bermula dari pendahuluan sampai kesimpulan. Kemudian mulailah latihan menulis dengan cara setoran paragraf. Setoran paragraf ini menjadi penting untuk memastikan peningkatan kualitas tulisan," katanya.

Review paragraf pertama dilakukan dengan sangat ketat. Hal ini bermaksud agar mahasiswa tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama dalam teknis penulisan di paragraf kedua dan paragraf seterusnya. Ternyata kualitas tulisan terus meningkat melalui umpan balik ini.

Baca Juga: Minum Minyak Kayu Putih Sembuhkan Covid-19, Cek Faktanya Disini

Halaman:

Editor: Sarnapi


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x