Jarang Diungkap Mengapa Kita Menekuk Lengan Saat Berlari, tapi tidak Begitu Saat Berjalan, Ini Jawabannya

- 5 Juli 2022, 17:30 WIB
Ilustrasi lari. Jarang Diungkap Mengapa Kita Menekuk Lengan Saat Berlari, tapi tidak Begitu Saat Berjalan, Ini Jawabannya
Ilustrasi lari. Jarang Diungkap Mengapa Kita Menekuk Lengan Saat Berlari, tapi tidak Begitu Saat Berjalan, Ini Jawabannya /Arimbi Putri/Nathan Cowley/Pexels

JURNAL SOREANG- Barangkali tidak anda sadari, anda selalu menekuk lengan saat berlari, tapi tidak begitu saat berjalan (tangan tetap lurus), kenapa demikian?

Penulis senior Live Science, Mindy Weisberger mewartakan, saat Anda berlari, kaki Anda melakukan sebagian besar pekerjaan, tetapi lengan Anda juga terlibat (menekuk). Bagaimana mereka bergerak tergantung pada gaya berlari Anda.

Saat kita berjalan, lengan kita biasanya menggantung secara alami di sisi tubuh kita dan sebagian besar lurus. Tapi ketika kita berlari, lengan kita biasanya berayun sambil ditekuk di siku.

Mengapa demikian? Para peneliti baru-baru ini menyelidiki bagaimana posisi lengan mempengaruhi efisiensi energi, dan mereka menemukan bahwa berjalan dengan tangan tertekuk sebenarnya kurang hemat energi daripada berjalan dengan tangan lurus.

Baca Juga: Apakah Olahraga Lari Malah Berdampak Buruk untuk Lutut Anda? Simak Ya Penjelasan Ilmiahnya

Lengan yang ditekuk memiliki busur yang lebih pendek daripada lengan yang lurus; Oleh karena itu, lengan yang ditekuk membutuhkan lebih sedikit energi untuk mengayun ke depan dan ke belakang dan seharusnya lebih efisien untuk berlari dan berjalan, para peneliti awalnya berhipotesis.

Tetapi, jika lengan yang ditekuk lebih hemat energi, mengapa pejalan kaki tidak menekuk lengan mereka? Untuk mengetahuinya, penulis studi baru memeriksa gerakan delapan orang – empat pria dan empat wanita – di treadmill.

Saat subjek berjalan dan berlari (melakukan kedua aktivitas dengan tangan lurus dan kemudian dengan lengan ditekuk), para ilmuwan menggunakan kamera inframerah dan perangkat lunak penangkap gerak untuk merekam gerakan subjek dan membuat model digital 3D dari tubuh mereka.

Baca Juga: Sambut HUT Bhayangkara ke-76, Polresta Bandung Gelar Lomba Lari 5 Kilometer yang Diikuti 1.100 Peserta

Halaman:

Editor: Sarnapi

Sumber: LiveScience


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x