Disdik Kota Bandung Jamin Kemudahan PPDB 2021, Berikut Hal yang Harus Diperhatikan Orang Tua Siswa

- 22 Mei 2021, 08:34 WIB
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Cucu Saputra./humas.bandung.go.id/
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Cucu Saputra./humas.bandung.go.id/ /

JURNAL SOREANG-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung membuat skema baru untuk memudahkan para orang tua mendaftarkan anaknya dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2021.

Sekretaris Disdik Kota Bandung Cucu Saputra mengatakan, skema baru tersebut akan dimuat dalam draf Peraturan Wali Kota (Perwal) Bandung."Untuk PPDB 2021, Pemkot  akan membantu proses pendaftaran. Tujuan utamanya adalah, menghindari terjadinya kerumunan saat para orang tua mendaftarkan anaknya di sekolah," ungkap Cucu,  dikutip dari laman humas.bandung.go.id  pada Kamis, 20 Mei 2021.

Cucu menjelaskan, PPDB tahun 2021 ini hampir sama dengan tahun sebelumnya yang dilakukan secara online, hanya kali ini orang tua diarahkan untuk meminta bantuan mendaftar ke sekolah asal.

Baca Juga: Tiga Siswa Masuk Babak Final Lomba Kesan dan Pesan Pesantren Digital IRMA Jabar, Ini Namanya

"Pendaftaran ini bukan ke sekolah tujuan, tetapi melalui sekolah asal. Tetapi masyarakat tidak berbondong-bondong ke sekolah asal, tetapi difasilitasi wali kelas di masing-masing sekolah," terang Cucu.

Segala informasi mengenai pelaksanaan PPDB akan turut dikomunikasikan bersama para guru atau wali kelas dari sekolah asal. Hal ini menjadi lebih mudah dilakukan karena komunikasi antara wali kelas dengan orang tua sudah intens terjalin selama proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) satu tahun terakhir.

Selain itu, Cucu mengimbau kepada orang tua yang akan mengikuti PPDB 2021 untuk menyiapkan segala kebutuhan data administrasi dalam bentuk softcopy.

"Kami optimis karena selama ini dari April 2020 sampai sekarang Mei 2021, wali kelas sudah terbiasa membangun komunikasi selama PJJ. Dan data yang diserahkan ke wali kelas itu semuanya digital," ucapnya.

Baca Juga: Alhamdulillah, Siswa dan Lazis Darul Hikam Tebar Sembako kepada Lansia dan Duafa

Namun, ia mengingatkan, pihak sekolah asal siswa hanya membantu saja. "Wali kelas menghimpun data peserta didik, selanjutnya operator sekolah yang akan membantu proses pengunggahan data secara online," sambungnya.

Nantinya, lanjut Cucu, orang tua siswa sendiri yang akan menentukan proses pendaftaran karena orang tua wajib mengonfirmasi dan memverifikasi data dan persyaratan yang telah diunggah sebelumnya oleh operator sekolah.

Cucu meminta orang tua untuk berinisiatif membuka laman ppdb.bandung.go.id sebagai website resmi proses PPDB di Kota Bandung walaupun informasi mengenai konfirmasi data pastinya akan disampaikan oleh pihak sekolah asal.

Baca Juga: Top! Meski Pandemi Siswa SD Assalaam Kumpulkan 860 Paket Sembako untuk Diberikan kepada Warga Kurang Mampu

"Nanti bukan berarti wali kelas yang akan mengupload, tapi wali kelas mengumpulkan data, nanti ada operator di tiap sekolah untuk upload ke sistem online. Nanti di dalam sistem, orang tua akan diberi kesempatan untuk mengonfirmasi. Nanti diberi 'username' untuk mengecek lagi," papar Cucu.

Adapun bagi orang tua yang tidak memasukan anaknya ke TK, ia menyarankan untuk meminta bantuan ke TK terdekat dalam proses pendaftaran masuk ke SD."Kami mengarahkan untuk dibantu di TK terdekat. Walaupun tidak terdaftar di TK terdekat," jelas Cucu.

Ia berharap para orang tua tetap tenang dan harus cermat dalam memberikan data dan persyaratan kepada sekolah asal, mengingat proses pengumpulan data dan persyaratan untuk pendaftaran dimulai 24 Mei dan berakhir pada 11 Juni 2021.

Baca Juga: Pemerintah Berikan Basiswa Vokasi, Siapkan SDM Unggul dan Profesional

"Jadi PPDB sekarang tahapannya ini jangan jadi heboh. Ini tahap pendataan dan tahap pendaftaran. Ini yang harus dioptimalkan. Pendataan mulai 24 Mei sampai 11 Juni. Nanti dimaksimalkan, dimasukan persyaratan sesuai jalur yang dipilih," pintanya.

Terkait zonasi, Cucu menerangkan dasar jalur ini memang dibagi dalam wilayah dan radius dari lokasi sekolah tujuan.Diakuinya ada beberapa kasus lokasi rumah siswa yang berada di perbatasan zona wilayah. Hal ini dimungkinkan bisa masuk ke wilayah lain selama dalam batas kelonggaran radius.

"Zonasi itu untuk SMP ada 4 zona basisnya kecamatan, SD ada 8 zona. Prinsipnya zona itu adalah radius. Tapi ada toleransi radius, untuk SD 1 kilometer dan SMP 3 kilometer. Jadi walaupun beda zona kalau jaraknya masih masuk itu bisa saja," pungkas Cucu. ***

Editor: Sarnapi

Sumber: Humas Kota Bandung


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah