Pengamat: Semua Paslon Berpeluang Sama dalam Pilkada Kabupaten Bandung

- 5 Desember 2020, 15:27 WIB
Pengamat politik Universitas Nurtanio Djamu Kertabudi /Handri/Jurnal Soreang
JURNAL SOREANG - Di akhir masa kampanye 5 Desember 2020, seluruh pasangan calon (paslon) dinilai masih memiliki peluang yang sama untuk menang dalam Pilkada Kabupaten Bandung.
 
Pengamat politik Universitas Nurtani Djamu Kertabudi mengatakan, secara umum ketiga Paslon kontestan Pilkada Kabupaten Bandung, masih berpeluang  untuk memenangkan pertarungan.
 
"Hal ini dapat dilihat dari sisi strategi dan karakter suara yang dimilikinya," kata Djamu saat dihubungi Sabtu 5 Desember 2020.
 
 
Menurut Djamu, paslon No. 3 Dadang Supriatna-Sahrul Gunawan memiliki kreatifitas dan inovasi yang lebih unggul, dari sisi marketing politik.
 
Terutama dengan memanfaatkan dunia Maya, seperti medsos, FB, media online dan sebagainya, secara optimal.
 
Sedangkan paslon No. 2 Yena Iskandar Ma'soem-Atep, dilansir mendapat momen yang di mana mereka diuntungkan. 
 
 
Keuntungan itu adalah adalah menyalip ketika dua Paslon lain beserta timsesnya, seolah-olah bersaing head to head untuk saling mengungguli. 
 
"Momen ini mengingatkan kita pada saat Pilgub Jawa Barat 2009. Di mana pasangan Deni Setiawan-Iwan Sulanjana bersaing sengit dengan Pasangan Agum Gumelar-Nu'man Abdulhakim. Namun apa yang terjadi? justru yang menang adalah pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf sebagai pasangan 'underdog' (tidak diperhitungkan)," tutur Djamu.
 
Sementara Paslon No. 1 Nia Kurnia Agustina-Usman Sayogi), dinilai mampu memanfaatkan acara debat publik secara optimal untuk mempengaruhi publik bahwa mereka pantas untuk menjadi Bupati/Wakil Bupati periode selanjutnya. 
 
 
"Dari sisi akademis, sekurangnya ada dua parameter yang dapat digunakan sebagai  bahan evaluasi. Yang pertama dari sisi personality," kata Djamu.
 
Ia menilai, hal itu tak lepas dari sejauh mana kandidat mampu bereaksi dan berinteraksi dengan lingkungan yang menekannya. 
 
Bersikap tenang, bertutur runtut dan komunikatif, serta mengausai masalah. 
 
 
Yang kedua, dari sisi ide dan konsep yang ditawarkan dinilai bersifat terukur, terstruktur, dan sistematis. 
 
"Yang unik, Paslon ini diposisikan sebagai petahana. Sehingga permasalahan yang terjadi pada periode  saat ini ditimpakan pada Paslon ini. Namun Paslon no.1 mampu menjaga ritme dan menguasai masalah," kata Djamu.
 
Faktor inilah yang dinilai Djamu, dapat menjadi 'a blessing in deguise' atau sebagai berkah tersendiri yang dapat berdampak positif bagi soliditas kekuatan petahana yang sudah terbina puluhan tahun terutama kalangan akar rumput. 
 
 
Akhirnya, kata Djamu, ketiga Paslon yang telah berjuang seoptimal mungkin, hanya tinggal menunggu takdir Tuhan. 
 
"Mengutip pidato bersejarah Jenderal Monthgomery didepan pasukan sekutu yang dipimpinnya menjelang perang terakhir melawan pasukan Jerman pada perang dunia kedua di Normandia, 'kita memiliki semangat dan peralatan perang yang luar biasa, tapi kita tidak tahu Tuhan berada dipihak mana, mari kita berdoa dan  akhiri perang ini'. Wallohu A'lam. Wassalam," tutur Djamu.
 
Di sisi lain, Djamu berharap hal itu bisa menjadi pendorong bagi masyarakat untuk datang ke TPS agar target tingkat partisipasi pemilih 70 perse  lebih bisa tercapai.
 
 
Djamu tak menampik jika banyak kalangan pesimistis terhadap capaian target tersebut, karena faktor ekonomi masyarakat sebagai dampak penyebaran wabah Covid 19 yang sedang dalam masa puncaknya. 
 
Namun ia optimistis bahwa dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin semua pihak, target itu bisa tercapai dan tidak terjadi klaster baru Covid-19.***

Editor: Handri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X